WEDOMARTANI-Focus Group Discussion (FGD) Data dan Profil Anak diselenggarakan pada hari Jumat (19/09) mulai pukul 13.00 WIB di Pendopo Kalurahan Wedomartani. Kegiatan ini dihadiri oleh kader pendataan anak pada tiap padukuhan yang ada di Kalurahan Wedomartani. Menghadirkan dua narasumber yaitu Nurtika Ulfah, M. Psi, Psikolog dari UPTD PPA Sleman dan Agus dari Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN)
Maraknya kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak yang ada di Kelurahan Wedomartani menjadi perhatian khusus dari pihak pemerintah Kalurahan dan masyarakat sekitar. Menurut Nurtika Ulfah, perlu adanya pemahaman terlebih dahulu dari tiap individu, kelompok ataupun keluarga dalam memahami kekerasan terhadap perempuan dan anak. Memahami kekerasan terhadap perempuan dan anak penting karena keduanya merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan menghambat pembangunan. Kekerasan ini bisa berupa fisik, psikis, seksual, ekonomi, penelantaran, dan juga kekerasan teknologi, yang sering dipicu oleh faktor budaya patriarki, ekonomi, pola asuh keluarga, dan teknologi. “Untuk mengatasinya, diperlukan upaya pencegahan sejak dini di keluarga, peningkatan kesadaran dan pelaporan kasus, serta penguatan kebijakan dan pendampingan hukum bagi korban,” terang Nurtika Ulfah.
Sementara Agus yang merupakan perwakilan dari Yayasan SAMIN menjelaskan tentang pentingnya pendataan anak yang terdiri dari beragam indikator. Mulai dari usia, pendidikan, status gizi, kesehatan, kepemilikian data kependudukan, dll. Oleh karena itu, kegiatan pendataan yang saat ini dilakukan oleh kader pendataan di padukuhan dan Satgas PATBM perlu dilakukan analisa lebih lanjut untuk bisa melakukan pemilahan data profil anak ataupun kasus yang tengah dihadapi. “Kedepannya, semoga Kalurahan Wedomartani memiliki big data profil anak untuk bisa lebih membantu dalam memantau situasi dan kondisi anak yang ada di wilayah Wedomartani,” pungkas Agus.