Balai Dusun Krapyak merupakan salah satu bangunan bersejarah bekas markas Pasukan Belanda. Dulunya, di Dusun Krapyak dibentuklah pasukan bernama Hizbulloh yang dipimpin oleh KH Muhdi. Untuk melawan Pasukan Hizbullah yang menjadi problem bagi Pasukan Belanda, dibangunlah markas Belanda. Bangunan markas Belanda tersebut hingga kini masih berdiri dengan kokoh yang sering disebut dengan balai desa. Bangunan tersebut dari tahun ke tahun mengalami perubahan fungsi, mulai dari gedung sekolah SD Krapyak 2, selanjutnya berubah menjadi POLINDES (Pondok Bersalin Desa). Kini, balai tersebut dimanfaatkan untuk berbagai macam
kegiatan masyarakat.