Berdasarkan penuturan dari Dukuh Gedongan Lor Bapak Warsito kisah sejarah embung watu manten dipercaya masyarakat bermula pada sekitar tahun 1500an, cerita ini berkembang turun temurun Dimana berdasarkan topografi wilayah pada masa tersebut sebelum menjadi sebuah embung wilayah ini merupakan aliran sungai kecil yang dipercaya bermuara pada gunung merapi dengan dasar sungai yang dipenuhi oleh batuan berukuran kecil tanpa ada batuan besar disekitarnya. Pada masa itu dikisahkan ada rombongan pengantin yang akan melakukan
tradisi boyongan pada saat senja tiba, rombongan ini memutuskan menyebrang dari arah barat sungai menuju ke timur sungai, namun pada saat beberapa pengiring pengantin sudah berhasil menyebrang mereka menengok kebelakang dan menyadari bahwa kedua pengantin dan juru rias tidak lagi nampak menyebrang sungai tersebut dan hilang secara tiba – tiba, dengan panik para pengiring manten ini akhirnya memberitahu keluarga mempelai dan mencari bersama-sama. Pencarian dilakukan selama berbulan – bulan lamanya namun kedua pengantin maupun juru rias tidak pernah berhasil ditemukan yang mereka temukan hanyalah batuan besar berjumlah 5 (3 berukuran sangat besar) berada ditengah sungai, menurut pandangan dari orang pintar pada masa itu 3 batu besar ini lah kedua mempelai dan juru rias, mereka berubah menjadi batu karena para penunggu sungai tersebut yang menghendaki. Semenjak kejadian tersebut daerah ini lebih dikenal sebagai watu manten. Kisah mistis embung ini tidak berhenti pada cerita diatas saja berdasarkan penuturan warga masyarakat pada tahun 1970an banyak masyarakat yang sering melihat sosok banaspati melintasi sungai kecil ini, bahkan pada saat embung ini akhirnya dibangun pada tahun 2015 kisah mistisnya masih banyak dialami warga seperti kesurupan, supir alat berat yang mengaku ditampakkan sosok ular besar, bahkan ada anak yang hampir tenggelam karena merasa dirinya sedang dililit ular padahal ketinggian air hanya sebatas pusarnya. Terlepas dari berbagai cerita mistis dan sejarah yang berkembang hingga saat ini di masyarakat terkait dengan penamaannya, embung watu manten tetaplah sebuah objek wisata dan sumber air bagi masyakat padukuhan Gedongan Lor Wedomartani yang harus dijaga kelestariannya dan dihormati sejarahnya.
Embung Watu Manten