Makam Cindelaras Di Padukuhan Karangsari, terdapat sebuah petilasan yang selalu dijaga kebersihannya dan dihormati oleh masyarakat. Di sanalah Kyai Cindelaras, seorang tokoh sepuh yang diselimuti aura kebijaksanaan
dan kesakralan dimakamkan. Meski sosoknya tak lagi hadir secara fisik, jejak perjuangan dan nilai-nilai yang ditinggalkannya masih hidup dan mengakar kuat dalam kehidupan warga. Kyai Cindelaras dikenal sebagai ulama penyebar agama Islam yang datang ke Karangsari pada masa awal Islam masuk ke pedalaman Jawa. Ia bukan hanya
seorang guru agama, tetapi juga panutan dalam hal kehidupan sosial dan moral. Dalam berbagai cerita tutur yang diwariskan turun-temurun, diceritakan bahwa Kyai Cindelaras memiliki kepribadian yang tenang, penuh welas asih, dan mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Meski tak banyak catatan tertulis tentang perjalanan hidupnya, jejak Kyai Cindelaras terpatri kuat dalam ingatan masyarakat. Saat itu, Karangsari masih
berupa wilayah sepi yang didiami oleh kelompok kecil masyarakat agraris. Kyai Cindelaras datang membawa harapan baru: ajaran tauhid, tata kehidupan yang lebih tertata, serta semangat persatuan dalam bingkai agama dan budaya. Lokasi makamnya dikelilingi pepohonan rindang dan ditata dengan penuh kesederhanaan, mencerminkan kehidupannya yang bersahaja. Kyai Cindelaras dikenal sebagai tokoh spiritual yang memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah tersebut. Makamnya sering dikunjungi oleh peziarah yang mencari berkah dan ingin mengenang jasa-jasanya dalam pengembangan keagamaan dan sosial di Karangsari.